OTARITANEWS.COM, BANYUASIN – Kasat Polairud Polres Banyuasin AKP Erwin bersama Briptu Paisil dan Bripda Iwan meninjau langsung perkembangan Rumah Tahfiz Qurratuz Zahra di Desa Bunga Karang. Bagi mereka, tempat ini bukan sekadar lembaga pendidikan, tapi bukti nyata sinergi aparat dengan warga.
“Alhamdulillah, dari yang awalnya hanya rumah sederhana, sekarang Qurratuz Zahra sudah berkembang. Ada Pondok Pesantren, Pondok Tahfiz, dan sekolah dengan konsep SDIT. Ini semua berkat gotong royong dan sinergitas bersama ,” ujar AKP Erwin.
Melanjutkan Peran Pembinaan
Menurut AKP Erwin, keterlibatan Polairud di Qurratuz Zahra sudah dimulai sejak awal. Rumah Tahfiz ini berdiri di atas tanah hibah seluas 12×30 meter dari Haji Andi Sose. Ide pembangunannya digagas oleh Bripka Hery Kiswanto, anggota Satpolairud Polres Banyuasin, sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan agama dan upaya menangkal pengaruh negatif.
Rumah Tahfiz ini pertama kali diresmikan oleh AKBP Ruri Prastowo. Kini di era Kapolres AKBP Risnan Aldino, tongkat estafet itu dilanjutkan dengan perpanjangan tangan Satuan Polairud mendukung pembangunan dan berbagai program unggulan yang bermanfaat.
“Kami juga menjadi pembina di pondok ini. Sekarang saya bersama Briptu Paisil dan Bripda Iwan melanjutkan peran itu agar pembinaan agama dan pendidikan di wilayah pesisir terus berjalan,”ujar AKP Erwin.
Bagi warga, kehadiran Polairud memberi rasa aman sekaligus semangat. Pendidikan dan pembinaan agama jadi terasa lebih dekat karena didampingi langsung.

Fokus ke Tiga Pilar dan SDIT
Saat ini Qurratuz Zahra menjalankan tiga program utama yaitu Pondok Pesantren, Pondok Tahfiz, dan Jenjang SDIT (Sekolah Dasar Islami Terpadu). Untuk saat ini, tingkat SD masih memiliki 2 jenjang yaitu kelas 1 dan 2 sudah aktif. Anak-anak belajar calistung sambil menghafal Al-Qur’an.
“Untuk menjadi sekolah formal, syaratnya harus ada gedung kelas. Saat ini kita masih dalam proses pembangunan kelas dan sudah menyiapkan berbagai administrasi, Kami berharap ada bantuan pembangunan agar gedung segera rampung. Sekolah dan program tahfiz disini juga gratis untuk anak-anak,” kata AKP Erwin.
Terbuka untuk Semua
Qurratuz Zahra tidak hanya untuk belajar anak-anak saja, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum. Setiap malam diisi dengan pengajian umum sedangkan malam minggu diisi dengan materi fikih bersama beberapa tokoh agama.
“Harapan kami, kegiatan ini terus berkesinambungan untuk warga khususnya. Untuk anak-anak, harapannya dapat tumbuh kembang seperti anak-anak di tempat lain, dengan dasar-dasar belajar di sini, dengan tekad, semangat dan keta’atan, dapat menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa,”tandasnya.

