OTARITANEWS.COM, BANYUASIN — Tim Penyuluh dari Markas Besar TNI Pusat turun langsung ke Kecamatan Suak Tapeh, Banyuasin. Bersama Pemkab Banyuasin, mereka menggelar Penyuluhan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 di Aula Kantor Camat Suak Tapeh, Jumat (4/9).
Kegiatan ini mengusung semboyan “Cegah Sebelum Terbakar — Deteksi Dini — Tangani Secara Terpadu”. Tujuannya jelas: menyatukan langkah TNI, pemerintah, perusahaan, dan masyarakat agar tidak ada lagi lahan yang terbakar di musim kemarau.
Tim penyuluh gabungan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU dipimpin langsung Brigjen TNI Fran Suryadi, Staf Khusus Kepala Staf TNI AD. Pengawalan di lapangan dilakukan Komandan Koramil 430-05 Betung, Kapten Inf. Sapto Budiono.
Di hadapan Kades, Camat, dan perwakilan perusahaan, Brigjen Fran Suryadi menegaskan ini adalah instruksi langsung Presiden RI. Wilayah Sumatera dan Kalimantan jadi prioritas karena rawan karhutla.
“Kami hadir untuk mengajak masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Dampaknya luar biasa: kesehatan terganggu ISPA, ekonomi rugi, jarak pandang penerbangan terganggu, aktivitas sekolah terganggu. Jangan sampai niat kecil menimbulkan kerugian besar bagi kita semua,” tegas jenderal bintang satu itu.
Dalam diskusi terbuka, perbedaan pandangan mencuat. Tim TNI menegaskan pembakaran sekecil apapun sangat tidak disarankan. Sementara itu Kepala Desa Lubuk Lancang, M. Tamrin, mewakili suara warga meminta aturan yang lebih tegas.
“Musim kemarau ini kering dan berangin. Api kecil bisa jadi besar dalam hitungan menit. Kami minta ada aturan jelas agar masyarakat kecil tidak terjerat, sementara perusahaan sudah punya alat berat untuk buka lahan tanpa bakar,” ujarnya.
Tim TNI kembali mengingatkan bahaya asap: memicu ISPA, mengganggu jarak pandang, merusak lingkungan, dan menghambat aktivitas harian hingga sekolah.
Camat Suak Tapeh, Bambang Setiadi, S.E., M.Si. bersama seluruh Kades se-Kecamatan Suak Tapeh dan perwakilan perusahaan menyatakan komitmen mendukung penuh gerakan pencegahan ini.
Kegiatan ditutup dengan ajakan bersama: kenali tanda bahaya sejak awal, laporkan cepat, dan tangani secara terpadu jika ada titik api. Dengan sinergi TNI dan masyarakat, Suak Tapeh dan Banyuasin ditargetkan bebas asap di tahun 2026.

